Archive for the 'Uncategorized' Category

31
Mar
12

dijual AXIOO PICO PJM D722 2JUTA fullset

AXIOO PICO PJM d722

GARANSI 1 TAHUN SAMPAI DESEMBER 2012

spesifikasi

prosesor intel atom N570

OS WIN 7 HOME PREMIUM

memori 2GB HDD

batrei 6 cell (kuat 6 jam buat nulis+browsing ringan)

WIFI

CARD READER

LAN

BONUS

mouse bentuk sabun

keyboard protector

tas selempang axioo

hubungi: 083897825621

02
Jan
11

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 15,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 3 fully loaded ships.

 

In 2010, there was 1 new post, growing the total archive of this blog to 8 posts. There were 8 pictures uploaded, taking up a total of 349kb.

The busiest day of the year was July 1st with 121 views. The most popular post that day was Kamera Lomo.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were google.co.id, weheartit.com, search.conduit.com, facebook.com, and desaingrafisindonesia.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for lomo, kamera lomo, jenis kamera lomo, lomo fisheye, and lomo photo.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Kamera Lomo November 2009
19 comments

2

berbagai jenis kamera lomo November 2009
47 comments

3

kamera lubang jarum indonesia November 2009

4

musik chiptune November 2009
2 comments

5

komunitas salihara November 2009

26
Apr
10

macam-macam jelly lens

1. wide angle/fisheye : fungsinya obyek   terdekat  jadi membesar


2. stretch : fungsinya obyek jadi tampak gendut atau kurus


3. 6 image mirage : fungsinya obyek jadi 6 gambar tumpuk


4. 3 image mirage : fungsinya obyek jadi 3 gambar tumpuk


5. starbust : fungsinya sekeliling obyek foto tampak blur,

efek buram tajam


6. spark : fungsinya obyek berupa cahaya jadi seperti bintang


7. polorized : fungsi hilangkan efek pantulan sinar, obyek jadi

lebih jelas


8. vignette : fungsinya tampak blur di bagian kanan obyek



9. heart frame/blue filter : fungsi objek ada bingkai hati atau foto bisa berwarna biru

10. star/antique : fungsi obyek ada bingkai bintang atau foto bisa berwarna sephia

11. soft lense : fungsinya sekeliling obyek foto tampak blur, ada efek   buram halus

12 close up : fungsi menampilkan obyek dalam ukuran yang lebih besar


sumber : http://popcamcam.blogspot.com/2009/10/reseller-for-jelly-lens.html

http://forum.detik.com/showthread.php?t=132725

27
Nov
09

komunitas salihara

KOMUNITAS SALIHARA berdiri di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.060 m2 di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Terdiri atas tiga unit bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, serta ruang perkantoran dan wisma.

TEATER SALIHARA dapat menampung hingga 252 penonton. Inilah gedung teater model black box yang pertama di Indonesia. Berdinding kedap suara, teater ini dilengkapi ruang rias serta segala peralatan tata panggung, tata suara, dan tata cahaya modern. Bagian atap Teater Salihara juga dirancang sebagai teater terbuka.

GALERI SALIHARA, berbeda dari kebanyakan bangun galeri umumnya, mengambil bentuk silinder dengan lingkar sedikit oval. Ruang kosong dengan dinding melingkar tanpa sudut, tanpa batas, akan memberikan perspektif pandang yang lebih luas. Pusat jajan berikut aneka makanan dan minuman dengan pemandangan terbuka yang nyaman terletak di bawah bangunan ini.

Tak kalah unik adalah unit bangunan empat lantai untuk perkantoran, perpustakaan, wisma, dan toko buku. Lantai paling atasnya sebagian menjorok dan melayang di atas atap gedung teater, sedang lantai paling bawahnya sebagian melesap ke dalam tanah.

Dari segi rancang bangun, kompleks Komunitas Salihara dapat dipandang sebagai sebuah percobaan arsitektur yang menarik. Ia karya tiga arsitek dengan kecenderungan masing-masing—gedung teater dirancang oleh Adi Purnomo, gedung galeri oleh Marco Kusumawijaya, dan gedung perkantoran oleh Isandra Matin Ahmad. Ketiganya kemudian duduk bersama untuk memadukan rancangan ke dalam visi yang sama: membangun rumah baru bagi kesenian dan pemikiran yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Komunitas Salihara akan tumbuh bersama khalayak yang makin cerdas, terbuka, dan demokratis. Para pengelolanya percaya bahwa kepiawaian di bidang seni adalah investasi yang tak ternilai bagi pertumbuhan anak-anak bangsa sejak hari ini. Khalayak adalah bagian sangat penting dalam menyuburkan kepiawaian tersebut.

sumber : http://www.salihara.org/

26
Nov
09

berbagai jenis kamera lomo



26
Nov
09

Kamera Lomo

Kamera unik ini bernama Lomo singkatan dari Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie berasal dari sebuah pabrik serat optik di Rusia, Lomo, yang pada waktu perang dunia II digunakan oleh para tentara Rusia untuk memata-matai musuh. Kamera ini memiliki hasil jepretan yang khas dan unik. Kenapa? Karena kamera ini memiliki lensa yang pada bagian tepi frame-nya terdapat distorsi (exposure) dan bagian tengah yang jernih. Inilah yang membuat kamera ini menjadi kamera yang unik. Uniknya lagi, kamera ini mempunyai lebih dari satu lensa, jadi bisa menghasilkan gambar yang unik juga.

Lomography menghadirkan gaya fotografi yang kasual dan lebih dekat dengan gaya snapshot, gangguan foto seperti over-saturated colors, lens artifacts, dan cacat gara-gara exposure malah menghasilkan efek yang abstrak. Kamera ini bagus banget untuk dipakai sehari-hari karena ukurannya kecil, dan kemampuannya untuk mengambil gambar di daerah yang cahayanya rendah (mendorong maraknya candid photography).

Kalau Eastman Kodak punya konsep “Kodak moment”, maka Lomography punya konsep “don’t think, just shoot” yang mengandalkan pada spontanity, close-up dan tidak terlalu memikirkan tehnik foto formal. Lomographer adalah komunitas para fotografer Lomography, mereka adalah komunitas penggemar kamera kompak Lomo dan kamera plastik mainan lainnya. Lomo diambil dari nama perusahaan persenjataan dan optik Rusia yang menghasilkan kamera kompak tersebut.

Kamera kompak pertama buatan pabrik ini diberi nama Lomo Kompakt Automat atau lebih dikenal LC-A ( Lomo Compact Automatict). Lomographer memilih kamera ini karena kemudahan dan tak perlu memikirkan hal-hal sangat teknik, yang dipentingkan adalah moment, warna, bentuk, dan gambar itu sendiri.
Perkembangannya tidak hanya satu jenis kamera, ada bermacam kamera yang selalu lomographer gunakan, seperti Holga kit, Colorsplash camera, Horizon 202, Pop 9, Action sampler, Cybersampler, Super Sampler, 3D Camera set, Smena 8 dan Seagull TLR. Seribu kata tak cukup untuk merasakan dan memahami komunitas ini, jika tidak ikut mencoba. So, chose your gear, don’t think just shoot.. Jangan takut jika karya yang dihasilkan jelek, karena tiap gambar yang dihasilkan adalah sebuah keindahan, jika tidak untuk teman sekamar anda maka komunitas ini pasti mendukung karya kamu, jadi gabung aja sama para lomographer dunia untuk membuat dunia lebih berwarna

Teknik Lomografi

Lomografi adalah sebuah fenomena dalam fotografi. Lomografi menabrak segala aturan yang ada, meninggalkan aturan-aturan baku dalam fotografi. Lomografi memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll. Lomo itu bebas kita dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat. Untuk sementara tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.

contoh beberapa gambar:

10 Tips Memotret dengan Kamera Lomo

1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime – day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don’t think.
Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be fast.
Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don’t have to know beforehand what you’ve captured on film.
Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don’t have to know afterwards, either.
Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don’t worry about the rules.
Jangan khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat anda menggunakan kamera Lomo.

Jenis-jenis Kamera Lomografi

Lomographic ActionSampler

Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.

Lomographic Colorsplash Camera

Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.

Jenis-jenis Kamera Lomografi

Lomograpic ACTION SAMPLER

Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.

Lomographic colorsplash camera

Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.

Lomographic Fisheye Camera

Kamera pocket dengan lensa fisheye. Cakupan pandangan 170 derajat. Hasil foto berbentuk bulat seperti mata ikan.

Kamera LOMO FISHEYE ada 2 jenis, yang tipe pertama atau sering disebut fisheye1, dana tipe kedua atau sering disebut fisheye2. Beda dari 2 tipe ini adalah, yang tipe kedua viewfindernya sudah cembung, jadi kita dapat tahu bagaimana hasil gambarnya. Dan juga sudah dibekali dengan mode Bulb dan Multiple Exposure.

Lomographic Frogeye Underwater

Kamera ini tetap dapat digunakan meski di dalam kolam renang/air tanpa casing khusus. Itu sebabnya kamera jenis ini disebut frogeye atau mata katak. Kamera ini sekarang tidak diproduksi lagi (dead stock).

Lomographic Oktomat

Dalam 1 kali jepret akan tampil menjadi 8 foto kecil dalam 1 foto.

Lomograpic Pop 9

Dengan 1 kali jepret akan tampil menjadi 9 foto kecil dalam 1 lembar foto.

Lomographic SuperSampler

Dalam hasil 1 foto yang tampil, terbagi menjadi 4 bagian

sumber : http://aldicnut.ngeblogs.com/2009/11/22/lomo-camera/

26
Nov
09

musik chiptune

Chiptune, atau Chip music, atau Micromusic adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah di syntesizekan secara realtime oleh computer atau video game sound chip. Chiptunes sangat popular pada periode pertengahan 1980an sampai awal 1990an dimana pada saat itu untuk membuat musik dengan computer hanya tersedia sound chip tersebut.

Medium tersebut memberikan fleksibilitas kepada para komposer-komposer dalam menciptakan instrumen sendiri, tetapi dikarenakan sound chip komputer pada saat itu hanya tersedia simple tone generator dan noise generator, mengakibatkan keterbatasan dalam menciptakan sound yang lebih kompleks.
Chiptune kadang terdengar “kasar dan menciut-ciut bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut dan chiptune juga sangat berhubungan dekat sekali dengan video game music.

Ada banyak sekali jenis musik chiptune berdasarkan console atau komputer yang digunakan. Salah satu yang popular di gunakan sampai saat ini adalah Gameboy. Musik chiptune yang dibuat menggunakan gameboy sangat terkenal dengan kepraktisannya. Tingkat kepopuleran gameboy musik bermula pada tahun 1998, ketika seorang art student dari jerman bernama oliver wittchow merilis catridge bernama nanoloop. Sebuah kaset game gameboy yang digunakan khusus untuk membuat musik. Disusul oleh johan kotlinski dari swedia yang merilis Littlesounddj atau LSDJ pada tahun 2000. Kedua program itu sangat banyak digunakan oleh para musisi gameboy.

Komunitas chiptune musik termasuk kecil tetapi tersebar diseluruh dunia dengan banyak musisi yang menciptakan genre yang berbeda. Mereka bergerak secara underground dan sangat aktif menjalin hubungan antar Negara. Banyak sekali event musik chiptune international yang di selenggarakan seperti Blip festival di New York, Microbo party di Italy dan Lo-bit playground di jepang.

Suatu budaya kuno yang masih hidup di zaman modern. Bagi mereka, keterbatasan teknologi bukan lah suatu halangan untuk berkarya. Malah itu menjadi suatu tantangan yang sangat menarik, yaitu, menghasilkan sesuatu yang maksimal dari medium yang minimal.

Sekarang kita masuk ke perkembangan teknologinya, soundchip2 yang dipakai tersebut seperti yang tersedia dalam komputer2 berikut ini:

1. Chip Atari Pokey di komputer Atari 400/800
2. Chip Atari di komputer Commodore
3. Chip PAPU dalam Nintendo Game Boy
4. Chip YAMAHAYM 2149 di komputer Atari st
5. Chip AY 3-8910 or 8912 di komputer Amstrad CPC
6. Chip Yamaha YM3812 di komputer IBM PC Compatibles
7. Chip Ricoh 2A03 di dalam the Nitendo Entertainment System atau Famicom


biasanya, chiptunes terdiri dari basic waveform yaitu sine wave, square wave dan sawtooth atau triangle wave, dan basic percussion, sering dihasilkan dari white noise melalui ADSR envelope. Untuk software yang digunakan dalam membuat chiptune music disebut Tracker.

Musisi chiptune banyak tersebar di dataran eropa, amerika dan jepang. Asiknya, mereka punya klub sendiri kalo ngadain acara. Isinya full tutatitut.. waaah.. Instrument yang populer mereka gunakan adalah Gameboy, Nintendo entertainment system (NES), Commodore 64 dan Atari ST , di lengkapi dengan synth2 modern.

Dibilang chipsound itu karena sound yang keluar langsung dari chipset tersebut. chipset sound komputer kuno dan game console jaman dulu hanya tersedia Pulse wave, square wave, triangle wave dan white noise yang pure. kalo kita bikin lagu berdasarkan suara2 tersebut pasti identik dengan pure chiptune. Kick drum pun bisa di hasilnya oleh waveform2 tersebut, sedangkan hihat atau snare menggunakan white noise. jaman skrn sudah banyak yang mengkolaborasikan sound asli chipset tersebut dengan drum machine modern atau analog synth dsb. dan hasilnya pun sangat mantab.

sumber : http://aldicnut.ngeblogs.com/2009/11/15/chiptune-musik-yang-unik/

24
Nov
09

cara pembuatan kamera lubang jarum

20
Nov
09

kamera lubang jarum indonesia

KAMERA LUBANG JARUM (KLJ), bisa dibuat dari kaleng atau dus yang dilubangi sebatang jarum. Di Indonesia ditemukan kembali oleh fotografer Ray Bachtiar Dradjat. Tanggal 17 Agustus 2002 ia mendirikan KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia), yaitu perkumpulan pemain Kamera Lubang Jarum. Hingga kini sudah tersebar di lebih 10 kota besar Indonesia. Kamera Lubang Jarum bukan alat yang sempurna, namun bisa membawa kita memasuki suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan olah fisik. Kamera Lubang Jarum menawarkan pemanjaan idealisme yang luar biasa. Sangat pantas jika Kamera Lubang Jarum digunakan sebagai kendaraan untuk “pendidikan” dan juga “seni”. Kini Kamera Lubang Jarum dijadikan pelajaran dasar fotografi di Media Rekam ISI Jogja dan institusi-institusi lainnya, melahirkan instruktur-instruktur tangguh, hingga mencetak Sarjana Kamera Lubang Jarum. Teknologi fotografi bermula dari kotak penangkap bayangan gambar untuk meneliti konstelasi bintang-bintang yang dipatenkan ahli perbintangan Gemma Frisius, tahun 1554. Namun cikal bakalnya sudah dimulai penulis Cina, Moti, abad ke-5 SM, Aristoteles abad ke-3 SM, dan ilmuwan Arab ibnu al Haitam atau Al Hazen abad ke-10 M. Dan tahun 1558 ilmuwan Italia Giambattista della Porta menyebut “camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.0481

Awal abad ke-17, Angelo Sala, ilmuwan Italia, menemukan proses, “jika serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam”. Tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis Joseph-Nicéphore Niépce (1765-1833), setelah 8 jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya di atas plat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur dan berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Pada percobaan selanjutnya, tahun 1826, lahirlah sebuah “gambar” yang akhirnya menjadi awal sejarah fotografi.

Tahun 1827 Niépce berkolaborasi dengan, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851). Sayang sebelum menunjukkan hasil optimal, Niépce wafat. Dan 19 Agustus 1839, Daguerre-lah yang dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat “foto yang sebenarnya”: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, plat dicuci larutan garam dapur dan air suling.

Di Inggris, 25 Januari 1839, William Henry Fox Talbot (1800-1877) dengan menggunakan camera obscura memperkenalkan “lukisan fotografi”, yang ia buat positifnya pada kertas chlorida perak. Selanjutnya Talbot menemukan cikal bakal film negatif modern, terbuat dari lembar kertas beremulsi, yang bisa digunakan mencetak foto dengan cara contact print juga bisa untuk cetak ulang layaknya film negatif modern. Proses ini disebut Calotype. Untuk menghasilkan gambar positif, Talbot menggunakan proses Saltprint.

Di Indonesia, tahun 1997, saat teknologi digital mulai booming, Ray Bachtiar D (yang mulai menggunakan kamera digital karena tuntutan pekerjaan sebagai fotografer profesional), merasa resah. “Alangkah lebih baik jika dalam dunia pendidikan termasuk fotografi, mengetahui sesuatu dari dasarnya dulu”.

Sukses memotret pagar depan rumah tinggalnya menggunakan Pinhole Camera kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas pada 1997, digelarlah workshop perdana (2001) di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang (asisten instruktur Ipoel, didukung Galeri i-see, disponsori Kedutaan Belanda). Ray Bachtiar menyebut pinhole camera kreasinya itu sebagai Kamera Lubang Jarum (KLJ) karena konsep dasar inovasinya berbeda. Kamera Lubang Jarum tidak terlalu mempermasalahkan “teknik”, tapi mencoba menularkan “rasa penasaran” dengan menggunakan kata kunci khas Indonesia: “secukupnya”.

September 2001 terbit buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM” terbitan Puspaswara. Selanjutnya, digelarlah workshop tour “gerilya” di Jawa, Bali, bahkan Makassar, dan pada 17 Agustus 2002 diproklamirkan KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA (KLJI) sebagai komunitas para pemain Kamera Lubang Jarum di Indonesia.

Sebagai sebuah filosofi KLJI sebenarnya tidak mempersoalkan masalah “kamera”, tapi makna “lubang jarum” yang digarisbawahi: Kita harus mampu meloloskan diri dari kondisi sesulit apapun.

Pantas jika Leonardo Da Vinci menyatakan: “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta”, karena terbukti Kamera Lubang Jarum mengajak kita untuk berada dalam suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan bahkan olah fisik. Tetapi ruang itu harus kita penuhi dengan aksi-aksi nyata. Oleh karenanya Kamera Lubang Jarum menawarkan seni proses dan pemanjaan idealisme yang luarbiasa. Sangat pantas jika Kamera Lubang Jarum di Indonesia, digunakan sebagai kendaraan untuk “pendidikan” dan juga “seni”. Ini terbukti saat mengikuti “Gigir Manuk Multicultural Art Camp” bulan september 2002 di Bali. Kamera Lubang Jarum diterima para seniman Bali dengan tangan terbuka. Malah terjadi kolaborasi dengan seniman lukis, tekstil dan bahkan teater.

Pada tahun 2008 saat buku ke-dua terbit (Gramedia edisi Spesial Chip Foto Video) bertajuk “RITUAL FOTOGRAFI”, Ray Bachtiar menekankan, fotografer harus melek digital tapi tetap menggarisbawahi pentingnya ber-Kamera Lubang Jarum; (Pada peluncuran buku tersebut digelar workshop Kamera Lubang Jarum tingkat lanjut yang selalu dicitakan sejak berdirinya KLJI 6 tahun silam, mencetak foto dengan teknik cetak penemu fotografi pada abad 19, Saltprint.

Dengan misi melahirkan kreator dan Instruktur berkualitas, juga jika suatu masa bahan Kamera Lubang Jarum (kertas foto, developer, fixer), tidak lagi diproduksi akibat pasar berubah jadi full digital, popularitas Kamera Lubang Jarum tidak akan lenyap bahkan seperti lahir kembali. Seperti lahirnya sejarah fotografi.

123405815_c3efbe7e67

Tentu sangat ekslusif! Karena hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membuat bahan Kamera Lubang Jarum dengan tangan mereka sendiri (handmade). Namun, membangkitkan kembali proses salt print, albumen print, cyanotype dan banyak lagi, bagi Indonesia yang kaya akan bahan baku dan orang-orang kreatif, bukanlah khayalan. Kamera Lubang Jarum bukan alat yang sempurna tapi kendaraan untuk menja

di sempurna. Terbukti keterbatasan alat dan bahan berubah jadi kelebihan, bahkan akhirnya jadi khas daerah. Di Jogja lahir Kamera Lubang Jarum kaleng rokok, bahkan ditemukan Kamera Lubang Jarum kaleng yang bisa menghasilkan distorsi yang luarbiasa. Di Malang lahir Kamera Lubang Jarum pralon bahkan muncul pula pengrajin Kamera kotak tripleks. Di jakarta lahir K

amera Lubang Jarum “pocket” yang terbuat dari selongsong film 135mm, bahkan kreatornya disahkan sebagai sarjana Kamera Lubang Jarum. Kamera Lubang Jarum juga bisa menyisipkan pesan dan mengajarkan kita menata limbah dan puing dunia menjadi lebih berarti, menjadi alat untuk pendidikan jiwa,

penggemblengan rasa dan eksplorasi kreativitas. Karena itulah Komunitas Lubang Jarum Indonesia tetap yakin bisa melahirkan 10 George Eastman “Kodak” versi Indonesia serta bisa mencuri kembali waktu 100 tahun proses penemuan yang “hilang” di dunia fotografi Indonesia. KLJI tetap bertekad untuk mendidik dan membangun motivasi.

sumber: http://raybachtiar.com/komunitaslubangjarum/

09
Nov
09

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




 

May 2012
S M T W T F S
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 40,021 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.